Posts tagged Cerpen
Kawan ku
May 18th
Cerpen kecil:
Teringat di waktu masa kecil dengan kawan ku. Di asrama kecil membahas masalah-masalah kecil. Menghafal bait-bait nadmon”Aqidatul Awam”, membaca dziba’, berzanji. Mulai dari “jurumiah” hingga “alfiah”. Mulai dari “safinah” hingga “i’anah”. Mulai dari tarjamah Depag RI hingga “Ibnu Kastir”. Mulai qiro’ah “pelat” hingga qiro’ah “sab’ah“.
Sang guru yang berusia lebih dari 70 tahun, dengan suara yang khas, keras dan jelas mendogengkan kisah-kisah indah dari nasoihun ibad hingga Ihya‘.
Walau rumah Guru amat sederhana, beliau membangun tempat belajar kita dengan seindahnya. Bahkan kenakalan kita yang telah menyembunyikan sandalnya, beliau dengan tenang berkata “Alhamdulillah, berjalan sambil berolah raga”.
Dan bahkan ketika kita menyembelih kambingnya, karena kebodohan kita memahami “walillahil masriqu wal maghrib” (kepunyaan Allah apa yang ada di timur dan barat), sehingga berangggapan kambing itu milik Allah, beliau hanya bilang bilang senyum, “Kenapa bukan kepunyaan Allah yang kecil seperti ayam yang engkau sembelih?”
Dan bahkan ketika koper beliau dirampas oleh rampok, sebagai rasa ta’dzim yang sedalamnya, kita ingin mengejar perampok dan menghajarnya, tapi apa yang beliau katakan? “Anakku biarkan saja, Syukur Alhamdulillah bukan kita pencurinya”.
Kawan ku, semoga kita ingat kisah-kisah kita, yang makan satu “nampan” dengan garam dan sambel untuk 5 sampai 10 orang. Tak kudengar suara-suara keluh justru nikmat yang kita rasa. Tawa canda More >