Hikmah dan Rahasia Puasa
Hikmah dari puasa, baik puasa wajib atau sunnat, adalah:
1. Sesungguhnya badan itu jika penuh dengan makanan-makanan yang lezat dan minuman-minuman yang segar, dan terus menerus dalam kesempurnaan hidup, maka akan menjadi sombong dan congkak, banyak penyakitnya, dan lupa mengingat keadaan orang-orang fakir dan miskin yang memerlukan bantuan. Oleh karena itu, hikmah menetapkan untuk mendidiknya dengan membuat lapar dan haus yang dapat mengurangi kesenangan-kesenangannya dan dapat mengingatkan kepada urusan kembalinya di akhirat, dengan pen-didikan yang wajib dilakukan dengan jalan berpuasa setiap tahun sekali dalam bulan Ramadlan, dan puasasunnat yang dilakukan pada hari-hari lainnya.
2. Puasa itu mendidik para hamba untuk merasakan betapa sakit perut yang lapar, agar mereka mengetahui kadar kenikmatan perut yang kenyang, seperti ujian jasmani yang diberikan oleh Allah swt. dengan penyakit agar mereka dapat merasakan kadar kenikmatan kesehatan pada waktu mendapat ujian penyakit tersebut, sehingga banyak mendekatkan diri dan memohon kepada Allah. Dan agar orang yang kaya dari mereka dapat mengingat orang yang fakir pada waktu kelaparan. dan mengetahui kadar penderitaan orang fakir karena tidak memiliki apa-apa, sehingga hal tersebut dapat mendorong dan menghasung dirinya untuk berbuat kebajikan kepada orang-orang yang memerlukan pertolongan.
3. Puasa itu dapat membuat orang yang melakukannya untuk menyerupai sifat-sifat para malaikat dalam meninggalkan makanan, minuman, dan kelezatan yang bersifat binatang.
4. Puasa itu dapat menundukkanmusuh,yaitusyaithan,mengalahkan kekuasaannya, dan membatalkan amukannya dalam menjatuhkan nafsu dengan perantaraan syahwat, serta anjuran terhadap kesenangan-kesenangan yang mendekatkan kepada kecelakaan. Sedangkan lapar itu dapat menolak tipu daya syaithan dan memotong hujjahnya. Oleh karena itu telah datang dalam sebuah hadits:
اِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنِ ابْنِ آدَمَ مَجْرَى الدَّمِ فَضّيِّقُوْا مَجَارِيَهُ بِالْجُوْعِ وَالْعَطَشِ . (رواه البخاري ومسلم )
“Sesungguhnya syaithan itu mengalir dari manusia pada tempat aliran darah. Oleh karena itu, sempitkanlah olehmu sekalian tempat-tempat aliran syaithan tersebut dengan lapar dan dahaga” . (HR. Bukhari dan Muslim).
Sumber : PPSSNH
| Print article | This entry was posted by admin on August 29, 2009 at 11:12 am, and is filed under Ramadhan, Sufi. Follow any responses to this post through RSS 2.0. You can leave a response or trackback from your own site. |