Da’wah Kampus Pasca Mataram

Da’wah di kampus merupakan sebuah fenomena mengesankan. Kampus sebagai lapisan masyarakat tersendiri, adalah agen penting dari pertumbuhan hari depan bangsa. Namun, tak dapat diabaikan pula tumbuhnya lembaga da’wah di luar kampus, yang formatnya sudah bukan tradisi lagi. Di Yogyakarta, misalnya, ada angkatan muda masjid yang begitu gairah mengaji Islam. Dengan demikian, da’wah di kampus, tumbuh [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Akar kata istilah Tasawuf “Tashawwuf”

1. Shafa/Shafwun = bersih
Dalam hadits Nabi Muhammad menjelaskan bahwa negeri Syam (Damaskus) sebagai negeri Allah yang paling bersih diantara negeri-negeri lainya (Shafwat Allahu min bilaadihi[7]).
Dalam kamus al-Nihayah Ibn al-Atsir mendefinisikan “yang sebaik-baiknya perkara, saripati atau intisarinya, dan bagian yang paling bersih”[8].
2. Ahl Al-Shuffah (penghuni serambi), yaitu mereka yang tinggal di serambi masjid Nabi saw. selama [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Senja Kala Sekularisme

Anda tidak perlu Tuhan untuk berperang. You don’t need God for a war, demikian John Micklethwait, pemimpin redaksi majalah The Economist, bersama Adrian Wooldridge seorang kolumnis, dalam karyanya God is Back. Buku setebal 405 halaman ini menyajikan fakta sosial seputar kebangkitan keyakinan agama yang meramaikan panggung politik global di awal abad ini.
Jika Anda naik pesawat [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Isyarat-Isyarat IQ,EQ dan SQ dalam Al-Qur’aI

Pendahuluan
Asumsi manusia sebagai homo sapiens atau al-hayawan al-nathiq (spesies yang berfikir) ternyata dianggap keliru. Visi baru para ilmuan menemukan bukti porsi intelektualitas manusia hanya merupakan bagian terkecil dari totalitas kecerdasan manusia. Kalangan ilmuan menemukan tiga bentuk kecerdasan dalam diri manusia, yaitu kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).
IQ ialah kecerdasan yang diperoleh [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Polemik Pluralisme di Indonesia

Pluralisme sebagai paham religius artifisial yang berkembang di Indonesia, mengalami perubahan ke bentuk lain dari asimilasi yang semula menyerap istilah pluralism.
Menurut asal katanya Pluralisme berasal dari bahasa inggris, pluralism. Apabila merujuk dari wikipedia bahasa inggris, maka definisi [eng]pluralism adalah : “In the social sciences, pluralism is a framework of interaction in which groups show sufficient [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Bapak Ceplas-ceplos Nasional

Banyak hal terkuak sepeninggal Gus Dur. Ternyata sebagai bangsa kita masih saja terlalu silau pada hal-hal yang seolah-olah besar dan mentereng. Sebutan ”Bapak Pluralisme” dan ”Bapak Demokrasi” buat almarhum menunjukkan keterpukauan itu. Yang rinci dan seolah-olah kecil kita abaikan.
Keceplas-ceplosan Gus Dur kita anggap unsur sepele. Kita lekas melupakannya. Padahal, sejatinya, unsur tampak remeh-temeh inilah yang [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Gus Dur sebagai “Orang Asing”

Gelar kehormatan sebagai pahlawan nasional, Guru Bangsa dan Bapak Pluralisme, sungguh layak diberikan kepada mendiang Gus Dur. Namun, penulis ingin menghormati Gus Dur bukan dengan gelar-gelar kehormatan semacam itu, melainkan hanya dengan mengenangnya sebagai orang asing.
Mengenang Gus Dur sebagai orang asing akan bisa lebih dipahami kalau diletakkan dalam kerangka pemikiran sosiolog Jerman, Georg Simmel. Dalam [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Gus Dur, Raja Telah Mangkat, Hidup Raja!

Tulisan ini sebenarnya hanya merupakan repitoir dari berbagai tulisan mengenai Gus Dur, yang ditulis oleh berbagai kalangan masyarakat, dan ada di mana-mana, baik lokal maupun nasional. Secara aklamasi semuanya sependapat bahwa Gus Dur adalah seorang pahlawan nasional dan guru bangsa, terutama mengenai pluralisme dan multikulturalisme, baik ini nanti diformalkan atau tidak oleh pemerintah.
Ada tradisi di [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Gus Dur Manusia Setengah Dewa

Abdurrahman Wahid, Presiden keenam Indonesia (setelah Sukarno, Sjafrudin Prawiranegara, Assaat, Soeharto, dan Habibie) wafat 30 Desember 2009. Tentu ada berbagai cara dan perspektif dalam menilai ketokohannya. Termasuk bagaimana masyarakat serta para pengikutnya melihat dan memersepsikannya. Sewaktu masih sehat ia adalah pemikir/penulis cerdas yang berangkat dari dunia pesantren, memperoleh kematangan dengan memimpin sebuah organisasi masyarakat terbesar [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg

Gus Dur Pejuang Pluralisme Sejati

Sumbangsih terbesar Gus Dur terhadap bangsa adalah perjuangannya yang pantang mundur dalam mengusung pluralisme. Sebelum meninggal, Gus Dur berpesan, ”Saya ingin di kuburan saya ada tulisan: Di sinilah dikubur seorang pluralis” (Kompas, 3/1).
Gus Dur seorang pluralis. Gebrakannya yang terkenal: menjadikan Konghucu agama resmi negara. Gus Dur juga mencabut Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1967 yang [...]

Share :
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Digg