Filsafat Islam Pasca-Ibn Rusyd/Filsuf Islam Pasca-Ibn Rusyd/Ibn Taimiyyah
Jul 1st
Fenomena Filsafat Dan Mantiq Ibn Taimiyyah
Oleh: Ilham Mustofal Ahyar
فمنه نتعلم وبه نتكلم وفيه ننظر ونفكر وبه نستدل ونحكم
Iftitah
Disamping fitrah untuk beragama yang ditanamkan Tuhan dalam jiwa manusia semenjak masih berada dalam rahim, manusia juga dibekali fitrah untuk berfikir yang merupakan sebuah potensi dahsyat dalam diri manusia, potensi ini bukan hanya membedakan manusia dengan makluk Tuhan yang lainnya, sebutlah tumbuhan, hewan, benda-benda mati, atau bahkan malaikat dan jin, lebih dari itu sekaligus mengantarkan manusia pada capaian-capaian kehidupan yang sangat mengagumkan secara spiritual maupun material, tersirat secara jelas dalam firman Allah SWT.:
وإذ قال ربك للملائكة إنى جاعل فى اللأرض خليفة قالوا أتجعل فيها من يفسد فيها ويسفك الدماء ونحن نسبح بحمدك ونقدس لك قال إنى أعلم ما لا تعلمون ( البقرة: 30)
Dalam ayat ini Allah menjawab keraguan malaikat yang mengkhawatirkan akibat negatif dari penciptaan manusia sebagai penguasa (khalîfah) di dunia, dengan ucapannya: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”, kata-kata ini mengisyaratkan adanya potensi yang besar dalam diri manusia yang bahkan tidak diketahui para malaikat, sampai kemudian Allah SWT.memerintahkan Adam ِِِuntuk membuktikannya:
قال يا أدم أنبئهم بأسمائهم….
Bahwa potensi itu adalah rasionalitas yang berpadu dengan spiritualitas, rasionisasi yang menggerakkan spiritualitas ini, juga yang menggerakkan manusia untuk bertanya dan mencari sekian juta hal yang More >
“TANAH JAWA : INILAH NEGERI PARA NABI”
Jul 1st
Yang telah terkubur oleh sejarah, bahkan oleh mereka yang menamakan diri “PENGANUT KEJAWEN”, dari hasil riset peneliti muda yang tergabung dalam Tim Studi Sains Alqur’an sebagaimana dipublikasikan di situs http://www.ssq-dla.com/ dimana mereka telah menyelenggarakan “EKSPEDISI MENJELAJAH NEGERI PARA NABI”, mereka menemukan bahwa situs Nabi Daud dan Sulaiman ada di Jawa Tengah, sedang situs Nabi Nuh ada di Jawa Timur dimana di daerah ini terdapat kembaran Gunung Ararat di Turki yaitu gunung tempat berlabuhnya perahu Nabi Nuh, fosil perahu ini setelah diteliti archeolog Belanda menyimpulkan bahwa perahu tsb terbuat dari kayu jati berkapur, kayu ini hanya ada di Jawa. Setelah fosil kayu ini umurnya diukur melalui tehnik Isotop C14, ternyata Nabi Nuh hidup setelah zaman Nabi Ibrahim dan tempat tinggalnya di Tanah Jawa, fakta ini tentu memerlukan kajian lebih lanjut apakah benar fosil perahu tersebut adalah fosil perahu Nabi Nuh.
Majalah Times edisi 1 Februrari 2010, memuat pernyataan Ravael Grinberg, seorang dosen di Universitas Tel Aviv. Ia mengatakan, “Secara teori, seharusnya Anda sudah mendapatkan sesuatu hanya setelah melakukan penggalian selama enam minggu. Tapi nyatanya setelah dilakukan penggalian tanpa henti selama dua tahun, tidak ada hasil apapun yang memuaskan.”
Times menyebutkan, dalam empat tahun terakhir, berbagai organisasi Yahudi ekstrim sudah mengepung kota Jerussalem untuk More >
Poligami
Jun 21st
ABDURAHMAN WAHID-WAHID
Jun 18th
SELAMAT JALAN PAHLAWANKU,TUTUR SAPAMU PENUH HIKMAH
Jun 17th
PROTOKOL ALA NU
May 15th
ALLAHU AKBAR
May 3rd
ALLAH AKBAR
Allahu Akbar ! Pekik kalian menghalilintar Membuat makhluk makhluk kecil tergetar Allahu Akbar !
Allahu Maha Besar Urat urat leher kalian membesar Meneriakkan Allahu Akbar Dan dengan semangat jihad nafsu kebencian kalian terbakar Apa saja yang kalian anggap mungkar
Allahu Akbar,Allah Maha Besar ! Seandainya 5 milyard manusia Penghuni bumi sebesar debu ini Sesat semua atau saleh semua Tak sedikit pun mempengaruhi kebeseranNya
Melihat keganasan kalian aku yakin Kalian belum pernah bertemu Ar-Rahman Yang kasih sayangNya meliputi segalanya
Bagaimana kau begitu berani mengatasnamakaÑYa Ketika dengan pongah kau melibas mereka Yang sedang mencari jalan menujuNya?
Mengapa kalau mereka memang pantas masuk neraka Tidak kalian biarkan Tuhan mereka yang menyiksa mereka Kapan kalian mendapat mandat Wewenang darINya untuk menyiksa dan melaknat?
Allahu Akbar! Syirik adalah dosa paling besar Dan syirik yang paling akbar Adalah mensekutukan diri sendiri Dengan memutlakkan kebenaran sendiri
Laa ilaaha illallah!
By Gus Mus/Simbah Kakung 10 muharam 1430 H Di Perguruan Islam Salafiyah Kajen Pati ”
Sumber : Facebook
Share :Diantara Jalan Sufi Gusdur
Mar 20th
Oleh: KH.M. Luqman Hakim Kharisma Gus Dur, setelah wafatnya, ternyata melebihi realitas kehidupannya. Keharuman spiritual yang eksotis, begitu lekat dan fenomenal. Hal ini tentu berhubungan dengan kondisi sosiologis masyarakat NU yang seringkali membuat standar maqom spiritual seseorang diukur dengan kharisma dan keanehan yang luar biasa (khariqul ‘adat) berupa karomah-karomah, walau pun dalam perspektif Sufisme standar tersebut tidak baku.
Dalam khazanah tasawuf, tradisi kewalian seseorang sangat ketat dengan aturan-aturan gnostik (ma’rifatullah) yang teraksentuasi dalam sikap ubudiyah. Ada dua model kewalian dalam sosiologi Tasawuf, di satu sisi seorang wali ada yang sangat popular dengan hal-hal luar biasa di luar jangkauan nalar, ada pula yang sangat tersembunyi, bahkan kehebatan karomahnya tidak dikenal oleh public sama sekali.
Namun, Gus Dur memiliki fenomena spiritual yang langka dibanding kiai-kai lain di Jawa, karena harus muncul dalam gebrakan sejarah yang penuh warna. Dari sosoknya sebagai budayawan, seniman, kiai, politisi, pemikir, pembaharu, dan seorang yang mampu mengangkat khazanah tradisional dalam dialog cosmopolitan yang actual. Dan spirit yang membawa sosoknya sedemikian kuat itu, dilandaskan pada spiritualitas yang sangat kaya dengan kebebasan, kemerdekaan, penghargaan kemanusiaan, sekaligus askestisme yang tersembunyi dalam jiwanya: Dunia Sufi.
Sufisme Gus Dur yang selama ini hanya difahami oleh massanya, melalui kebiasaan ziarah ke makam para wali, ungkapan-ungkapan yang controversial, dan More >
Oleh-oleh dari yangkruk di rumah Syaikhuna Abah Qamaruzzaman al-Husaini, Banten
Mar 17th
Oleh-oleh dari yangkruk di rumah Syaikhuna Abah Qamaruzzaman al-Husaini, Banten :: Tentang Pengalaman Ruhani ::
Ketika kita mengalami sesuatu, dan kita hendak berbagi pengalaman itu ke orang lain yang belum mengalami pengalaman seperti yang kita alami atau rasakan, maka mau tak mau kita harus menggunakan perangkat bahasa. Sementara itu, bahasa bukanlah perangkat yang memadai untuk menampung pengalaman dan rasa. Bahasa adalah hasil dari konvensi, kesepakatan. Bahasa ditetapkan secara arbitrer. Penanda dan petanda, atau signifier/signified, ditetapkan secara arbitrer sebagai hasil kesepakatan. Adakah alasan mengapa tempat duduk dikatakan kursi dan tempat tidur dikatakan ranjang? Kalau nenek moyang kita berabad-abad lalu menyebut tempat duduk sebagai onde-onde, maka mungkin kita sekarang mengatakan, “Sang pengantin duduk di Onde-Onde pelaminan,” bukan “duduk di kursi pelaminan.”
Karena itu, pada titik di mana kita harus mengabarkan pengalaman dan rasa kita, maka pada saat itulah kita menggunakan “tafsir.” Kita menafsirkan pengalaman kita. Tetapi, celakanya, kadang-kadang kita kesulitan mengabarkan pengalaman kita dengan penafsiran yang canggih dan filosofis sekalipun. Saat kita hati kita senang karena jatuh cinta, apa yang harus kita ampaikan kepada orang untuk mengabarkan apa yang sedang kita rasakan? Pada akhirnya kita terpaksa menggunakan kiasan, perlambang, simbol, yang kemungkinan besar bisa mewakili perasaan kita. Jaman dulu orang mengatakan, “hatinya sedang berbunga-bunga,” More >
Memilih Disayang, Diampuni atau Dimurkai
Feb 19th
Hari jumuah terkenal dengan kepala hari, atau bisa dibilang hari rayanya hari dalam satu minggu, sampai-sampai ada yang memberikan sms hikmah tiap hari jumuah secara bergiliran kepada sahabatnya, kemudian sahabatnya me-forword kesahabat yang lain, sampai penerima sms yang terakhir dikirim kepada pengirim petama, yang menandakan mata rantai persahabatan tidak putus.
Fazdakkir innafa’ati dzikro.
Ibadah sholat merupakan ibadah terpenting bagi umat Islam, atau bisa dikatakan ia adalah kunci dari semua ilmu dan amal yang bisa dijadikan barometer bagi diri masing-masing. Jikalau sholat diawal waktu, itu menandakan kasih sayang Tuhan kepada hambanya, dan setelah itu adalah ampunan sampai akhir waktu yang telah ditentukan, dan yang melewati batas waktu sholat tentunya akan dimurkai.
Terserah kita pilih yang mana, Disayang, Diampuni atau Dimurkai?
Demikian juga tingkatan tertinggi manusia adalah tawadlu’ dan tawakkal bukan takabbur. Kedua kata diatas berasal dari wadlo’a yang artinya meletakkan yang kemudian diartikan pasrah dan wakala yang artinya mewakilkan atau menyerahkan semua perkara secara penuh kepada yang mewakili.
Demikian lah orang yang sholat diawal waktu, dia yakin dengan sebenar-benarnya bahwa semua urusan telah diwakilkan kepada Allah kembali dan dia menghadap kepada Yang Maha Besar (Allahu Akbar) dalam shalatnya. Sebagaimana aku tahu bahwa semua perkara itu kecil dibandingkan dengan keAgungan Tuhan, tapi justru perkara lain itu nampak begitu besar melabihi ke Akbar – an More >